Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Akhirnya Kutemukan Pop Sebenarnya (Review Album Senandung Senandika--Maliq & The Essential)

Gambar
Nama Artis : Maliq & The Essential Judul Album : Senandung Senandika Rilisan : Organic Records Tahun : 2017
Senang sekali bisa mengulas karya dari Maliq & The Essential. Apalagi mendengarnya. Bagi saya band ini adalah salah satu band pop terbaik yang dimiliki Indonesia hari ini. 
Salah satunya adalah keberanian mereka untuk mendobrak zona nyaman mereka. Di sini lah menariknya definisi pop dalam kamus mereka. 
Bisa saja mereka tetap bertahan dengan pakem yang sudah membuat mereka melejit—seperti layaknya kebanyakan band mainstream lainnya—dengan formulasi “Untitled”, “Terdiam”, ataupun “Dia”.
Pilihan menukik itu membuat saya terkagum. Album Setapak Sriwendari dan utamanya Musik Pop. Dari komposisi musik dan lirik, mereka berusaha untuk membawa kita menelusuri era keemasan musik progressive rock dan Rumah Pengangsaan di tahun 70-an. Hal itu dilengkapi dengan album Senandung Senandika ini.
Kalau mengacu pada KBBI, senandika berarti wacana seorang tokoh dalam karya susastra dengan…

Sepot Bunga di Klinik yang Sepi

Gambar
Sebuah pot menampung bunga keunguan, sepot bunga itu adalah warna dalam kanvas putih, atau suara dalam kekosongan. Ya, apa yang lebih sepi dibandingkan ruang praktek dokter gigi. Hanya suara AC dan derak mesin PC yang menemani. Apa yang lebih membosankan dari warna perak peralatan dan bercak darah kumur.

Bunga itu hadir seperti jodoh. Eh tunggu dulu...

Apakah kalian percaya jodoh itu terpilih atau memilih? Saya pikir perdebatan itu akan berlangsung panjang atau mungkin jawaban diplomatis dan sedikit filosofis, "keduanya adalah benar".

Tapi untuk bunga ini saya mempercayai dia adalah jodoh.

Saya menemukannya kurang lebih dua minggu lalu. Di sebuah toko buku. Saat itu saya hendak membeli buku,  namun entah mengapa mata saya terjerat pada sepot bunga ini. Bersama setumpukan barang bekas yang dijual murah,  dia terapit di situ. Bisa-bisanya mata ini bisa menangkapnya dari kejauhan.

Ada semacam kerinduan yang hadir dalam diri saya. Di dalam coraknya saya melihat ibu saya menyira…

Dokter Gigi Harus Menciptakan Penyakit

Gambar
Pada suatu malam saya mengamati sebuah grup WhatsApp saya di gawai, isinya merupakan para alumni salah satu organisasi extra kampus di mantan institusi tempat saya belajar.
Di salah satu grup seorang senior dokter gigi memosting tautan mengenai polemik kedokteran gigi kekinian. Yah, apa lagi kalau bukan soal prahara internsip kedokteran gigi. Di dalam tulisan itu, senior kedokteran gigi menolak--dengan seabrek rasionalisasinya--Permenkes berkenaan dengan internsip tersebut.
Garis besar isinya adalah bagaimana adanya kewajiban calon dokter gigi untuk melakukan internsip sebelum mendapat surat izin untuk berpraktek dan tanda registrasi.
Saya sangat mengerti maksud senior saya untuk memosting tulisan itu di grup yang notabene isinya para begawan dan cerdik cendikia, namun apa daya tak berbalas seperti diharapkan.
"Masalah terbesar dokter gigi di Indonesia adalah, lebih banyak dokter gigi dari pada jumlah gigi yang sakit. Tapi ini masih perlu diverifikasi kebenarannya," tulisnya.
Seka…

Ketika Mitos dan Realitas Melebur (Review Buku Parabel Cervantes dan Don Quixote)

Gambar
Judul Buku.         : Parabel Cervantes dan Don Quixote 
Penulis                 : Jorge Luis Borges
Penerjemah         : Lutfi Mardiansyah
Penerbit                : Gambang Buku Budaya
Jumlah halaman  : 131 
ISBN.                      : 978-602-6776-17-4


Membaca sebuah karya sastra, tak lengkap rasanya jika tidak membaca Jorge Luis Borges. Dia adalah seorang penulis dan pengarang asal Argentina.  Borges ditinggikan karena kontribusinya yang besar terhadap perkembangan sastra Amerika Latin dan genre realisme magis. 

Untuk melihat gaya kepenulisan dan alam pikirannya yang rada njelimet, Kumpulan cerita Parabel Cervantes dan Don Quixote ini sangat layak dibaca,  terlebih untuk yang ingin memahami sastra realisme magis.

Buku ini adalah terjemahan beberapa karya dari dua antologinya, Collected Fictions of Jorge Luis Borges dan The Book of Imaginary Beings

Realisme magis dijelaskan sebagai salah satu genre sastra yang di mana fakta dan fantasi ataupun mitos bercampur dalam sebuah cerita yang real…

Prioritas

Gambar
Dia hanya menguap saat seorang pasien menghardiknya dengan rentetan makian. Seorang anak terlihat merengek tersedu-sedu sehabis giginya dicabut. Darah menetes dari gusinya, dan kapas terlihat menahan rembesan itu. Tangannya sibuk menari dengan pena di atas kertas resep, telinganya serasa pekak menahan kebisingan ibu dan anak ini.
“Dokter bagaimana sih? Kerja yang benar dong. Sontoloyo amat cabut gigi!” maki pasien tersebut.
Si ibu dan anak dengan gegas melangkah keluar ruang praktek sebesar 4 X 5 meter itu. Bak! Dia membanting pintu. Anwar santai, pasien yang mengantri terkaget.
Sebenarnya tangannya sudah terasa keram, matanya memerah, kepalanya terasa berat. Hari ini sudah 12 pasien dia tangani, dan masih tersisa beberapa lagi antriannya, hal itu sudah biasa ia alami sehari-hari.
Makian dan amarah sudah biasa dia terima, apalagi orang tua pasien yang merasa anaknya diperlakukan secara kejam di atas kursi gigi. Wajarlah, di daerah pinggiran memang para pasien belum terbiasa dengan p…