Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Maaf Cak Nas (Obituari drg. Nasman Nuralim Ph.D)

Gambar
Makassar, 25 Juli 2012

Pagi ini seperti biasa, namun emosi dan amarah kian membumbung. Di sebuah meja tongkrongan anak koass di sebuah ruangan bertulis "Bagian Bedah Mulut" saya menunggu dia yang selama enam bulan ini memperlakulan saya bak pedulum mengayun tanpa kejelasan titik perhentiannya. Dia memang terkenal seperti itu terhadap anak bimbingannya. Banyak anak koass dan mahasiswa yang melenguh akan kesialannya dan menapaki depresi tingkat akhir ketika diasuh oleh dosen ini.

drg. Nasman Nuralim, Ph.D namanya tertera di sampul buku kepaniteraan saya.

Di depan pandanganku, rekanan sejawat koass telah menyelesaikan ujian bagiannya. Mereka bersorak dan bahagia ketika nilai ditandatangani oleh dosen pembimbingnya. Sedangkan saya hanya bisa menatap iri. Saya bahkan belum menyelesaikan pembacaan refarat--salah satu prasyarat mengikuti ujian--dikarenakan Cak Nas--panggilan saya untuk Dokter Nasman yang tidak jelas apa maunya.

Kliping print-out lembar refarat dan rencana persenta…

Titik Nadir Kemanusiaan di Hiroshima

Gambar
Titik Nadir Kemanusiaan di Hiroshima (Review buku John Hersey, Hiroshima)


Judul Buku : Hiroshima: Ketika Bom Dijatuhkan Penulis        : John Hersey Penerjemah : Gatot Triwira  Penerbit      : Komunitas Bambu
ISBN          : 979-3731-29-X
Tragedi ledakan atom di Hiroshima memang sudah berlalu lebih 50 tahun juga dengan perang dunia kedua yang menjadi muhasabnya. Ledakan itu lebih dari sekedar proses dijatuhkannya bom namun lebih dari itu, peristiwa itu adalah sebuah krisis kemanusiaan. Peristiwa ini menyajikan data: kehilangan nyawa dan dampak radiasi ribuan orang.
John Hersey, seorang jurnalis, penulis, dan pemenang penghargaan Pulitzer, mencoba mengungkapkan hal itu. Buku Hiroshima sebenarnya adalah sebuah jurnalisme sastrawi yang ditulis dalam edisi TheNew Yorker, 31 Agustus 1946. 
Laporan sangat mendalam ini mencoba menggali ingatan kesaksian para korban tragedi tersebut dari saat ledakan terjadi hingga kejadian setelahnya.
Buku ini ditulis dengan gaya kepenulisan novel dari sudut p…

Lebih Cepat dari Biasa

Late again,
Forgive me friends,
For I am late again,
Til' the day I die, Lord knows I'll try,
'Cause I'm still late again.

Kutipan lagu di atas adalah salah satu lagu favorit saya--nyatanya lagu favorit saya tak terhingga. "Late Again" oleh MXPX judulnya. Lupakan sejenak walking bass-nya dan bagian gitar solonya.

Lagu ini nakke banget. Ya, ke-aku-an ini muncul karena liriknya ini mencerminkan diri sendiri. Yang sering telat waktu pada pelbagai urusan tentunya.

Tapi sepertinya lirik itu tidak berarti di hari ini. Semua hari ini berjalan cepat. Saya menuju ke lokasi pelatihan yang saya ikuti dengan cepat dan sampai dengan cepat pula--padahal saya sedikit telat berangkat ke sana dengan menggunakan kereta. Itu juga terjadi pada saat saya menuju ke tempat kerja. Di tempat kerja, jumlah pasien tidak melimpah rua dan hanya tiga orang saja. Terlebih kasus-kasus mereka cepat pula dikerjakan. 

Kini saya mengetik tulisan ini di atas sebuah gerbong kereta yang ramai, dengan teli…

Lagu Yang Paling Enak Didengarkan Di Atas Motor

Gambar
Mengendarai motor bisa dibilan enak-tidak enak. Kita dapat merasakan enak ketika jalan lowong dan dan tuas gas secara penuh kita tarik. Namun sebaliknya, ketika macet mendera perjalanan menjadi membosankan apalagi ketika tubuh anda telah lelah sehabis di tempat kerja. Mata yang kelelahan dan memaksa untuk terpejam. Dalam kondisi yang sepersekian detik ini, nyawa Anda jadi taruhannya.

Saya adalah orang yang sering mengalami seperti itu plus juga saya orang yang suka berlambat ria dalam berkendara. Dalam hal ini dibutuhkan "power bank" untuk mekanisme coping terhadap stress. Yang paling serong saya lakukan adalah mendengarkan musik. Saya memiliki beberapa daftar lagu yang bisa dibilang setahun ini membantu saya ketika berada di jalan. Oh iya, perlu dicatat, daftar ini bukanlah daftar lagu terbaik dan butug pertanggungjawaban atau kurasi yang ketat. Ini adalah list penuh dengan subjektifitas.

Peter Gabriel-Sledgehammer

Terlepas dari kesukaan saya terhadap Peter Gabriel dan mantan …