Postingan

Akhirnya Kutemukan Pop Sebenarnya (Review Album Senandung Senandika--Maliq & The Essential)

Gambar
Nama Artis : Maliq & The Essential Judul Album : Senandung Senandika Rilisan : Organic Records Tahun : 2017
Senang sekali bisa mengulas karya dari Maliq & The Essential. Apalagi mendengarnya. Bagi saya band ini adalah salah satu band pop terbaik yang dimiliki Indonesia hari ini. 
Salah satunya adalah keberanian mereka untuk mendobrak zona nyaman mereka. Di sini lah menariknya definisi pop dalam kamus mereka. 
Bisa saja mereka tetap bertahan dengan pakem yang sudah membuat mereka melejit—seperti layaknya kebanyakan band mainstream lainnya—dengan formulasi “Untitled”, “Terdiam”, ataupun “Dia”.
Pilihan menukik itu membuat saya terkagum. Album Setapak Sriwendari dan utamanya Musik Pop. Dari komposisi musik dan lirik, mereka berusaha untuk membawa kita menelusuri era keemasan musik progressive rock dan Rumah Pengangsaan di tahun 70-an. Hal itu dilengkapi dengan album Senandung Senandika ini.
Kalau mengacu pada KBBI, senandika berarti wacana seorang tokoh dalam karya susastra dengan…

Sepot Bunga di Klinik yang Sepi

Gambar
Sebuah pot menampung bunga keunguan, sepot bunga itu adalah warna dalam kanvas putih, atau suara dalam kekosongan. Ya, apa yang lebih sepi dibandingkan ruang praktek dokter gigi. Hanya suara AC dan derak mesin PC yang menemani. Apa yang lebih membosankan dari warna perak peralatan dan bercak darah kumur.

Bunga itu hadir seperti jodoh. Eh tunggu dulu...

Apakah kalian percaya jodoh itu terpilih atau memilih? Saya pikir perdebatan itu akan berlangsung panjang atau mungkin jawaban diplomatis dan sedikit filosofis, "keduanya adalah benar".

Tapi untuk bunga ini saya mempercayai dia adalah jodoh.

Saya menemukannya kurang lebih dua minggu lalu. Di sebuah toko buku. Saat itu saya hendak membeli buku,  namun entah mengapa mata saya terjerat pada sepot bunga ini. Bersama setumpukan barang bekas yang dijual murah,  dia terapit di situ. Bisa-bisanya mata ini bisa menangkapnya dari kejauhan.

Ada semacam kerinduan yang hadir dalam diri saya. Di dalam coraknya saya melihat ibu saya menyira…

Dokter Gigi Harus Menciptakan Penyakit

Gambar
Pada suatu malam saya mengamati sebuah grup WhatsApp saya di gawai, isinya merupakan para alumni salah satu organisasi extra kampus di mantan institusi tempat saya belajar.
Di salah satu grup seorang senior dokter gigi memosting tautan mengenai polemik kedokteran gigi kekinian. Yah, apa lagi kalau bukan soal prahara internsip kedokteran gigi. Di dalam tulisan itu, senior kedokteran gigi menolak--dengan seabrek rasionalisasinya--Permenkes berkenaan dengan internsip tersebut.
Garis besar isinya adalah bagaimana adanya kewajiban calon dokter gigi untuk melakukan internsip sebelum mendapat surat izin untuk berpraktek dan tanda registrasi.
Saya sangat mengerti maksud senior saya untuk memosting tulisan itu di grup yang notabene isinya para begawan dan cerdik cendikia, namun apa daya tak berbalas seperti diharapkan.
"Masalah terbesar dokter gigi di Indonesia adalah, lebih banyak dokter gigi dari pada jumlah gigi yang sakit. Tapi ini masih perlu diverifikasi kebenarannya," tulisnya.
Seka…