Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Rilisan Fisik Tak Pernah Mati

Gambar
Tahun 2000 adalah awal kali saya membeli rekaman fisik (kaset) dengan uang jajan saya sendiri. Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan milik Sheila On 7 nama albumnya. Di tahun itu memang rasanya kurang greget kalau anak ababil tidak menyukai grup band asal Yogyakarta itu. Di sekitar tahun tersebut pula toko-toko kaset di kota Makassar masih mudah didapatkan.

Ada dua kebahagiaan yang dapat dinikmati dari memiliki kaset tersebut. Pertama, saya dapat menikmati lagu-lagu Duta cs semau saya--diputar,diulang, atau dipercepat. Kedua, saya merasa dekat dengan Eross, Duta, Sakti, Anton, dan Adam.  Kalau yang pertama mungkin sangatlah umum diketahui. Untuk yang keuda, itu berhubungan dengan sleeve yang mengiringi.

Di situ ada keintiman yang dirasakan. Bayangkan ketika harus melihat foto mereka dalam proses rekaman. Di situ ada foto Adam dari belakang yang menghadap ke speaker monitor dan mixer. Duta yang sedang menjalani take vokal, Eross dengan gitar Fendernya. Gambaran mereka saat konser, atau…

Bangga

Gambar
Di panggung itu dia duduk, sembari menceritakan kisah getirnya. Sesekali sesenggukan terdengar.

Tidak semua berani menceritakan kisah pilu. Di tengah trauma yang semakin membenaninya.

Saya ingat hari itu ketika seorang rekanan bertanya, apakah memiliki teman yang mau berbicara dan berbagi pengalaman seputar kisah pilu masa lalu.

Saya menghubunginya dengan pretensi, bisa jadi dia menolak itu. Syak wasangka, dia menerima itu.

Di atas sana dia terlihat cantik dan cerdas--tidak secerdas Marie Currie atau secantik Taylor Swift. Tapi ujaran dan keberanian itu hanya dimiliki hanya satu dua perempuan saja.

Saya? Ah, saya merasa tidak ada apa-apanya dibanding dia. Dan saya bangga, 

Berada di sampingnya