Postingan

Sajak Api

Gambar
Api itu kalap kelaparan Membumbung meminta makan Aku memilih menjadi korban Tubuh menggores masa silam Kenangan dalam jiwa dan ingatan Tatapan empati tak mengubah dunia Bulir tangis mengering tak berjejak Ingatan adalah palsu Rekayasa penuh sentimen Aku ingin terbakar dalam api tanpa darah revolusi Aku ingin melarut dalam abu yang lenyap bersama angin Terlupa dalam dunia yang cepat Tersamar dalam aroma lautan dan rerumputan

Kopi dan Kamu

Gambar
Aku tidak suka kopi. Kopi itu pahit, kadang hambar. Dia bisa menyebabkan maag. Apalagi kafeinnya, memaksa detak jantung berburu, berbahaya untuk jantung. Baunya juga tdk seharum melati atau germanium. Kopi itu bisa menjadi aksesoris pada gigi yang buruk, hitam menempel. Aku juga memiliki trauma dengannya. Pernah suatu waktu, senior kampusku memaksa menyesapnya. Jadilah aku tak bisa tidur dalam sehari. Di warkop itu kau mengajakku menikmatinya lagi. Entah mengapa kau menyukainya. Pengetahuanmu akan kopi seperti kamus. Kau mengajariku mengenai pelbagai istilah dan peralatan menyajikannya. Kedai-kedai yang sudah kau jajaki, kau ceritakan segala tetek-bengeknya. Ah, kau terlihat cantik saat menjelaskannya.Bibirmu terlihat seksi yang menyentuh gelas itu, apalagi saat butirannya menempel di sudut bibirmu. Tapi tetap saja aku tak menyukai minuman hitam itu. Sudah beberapa jam namun segelas kecil espresso  itu belum kusentuh. Aku tidak enak menceritakan padamu perihal ketidaksukaan i...

Kucing Mati di Hari Lebaran

Gambar
Sekarat mengeong kelaparan Meminta makan belas kasihan sisa makan tiada jawaban Dalam kebahagiaan di hari lebaran Lelah mengeong Si kucing terbujur kaku di tepi jalan Hanya semut dan belatung berziarah pada kematian di hari lebaran

Dua Lailatul Qadar

Gambar
Sampai saat ini magis Lailatul Qadar masih menjadi perdebatan banyak cendikia dan alim ulama. Dari mulai berlangsungnya, seperti pada pendapat  perawi hadis Ahmad dan Muslim, hingga penjelasan lain-lainnya. Apapun itu keutamaan bulan Ramadan terletak di malam itu. Sepanjang sepertiga malam terakhir Ramadan, saya mendapati dua momen besar. Pertama, kelahiran anak ketiga dari sepupu saya. Sepupu saya ini adalah salah satu orang yang karib dengan saya. Bisa dibilang dia adalah rekan cerita yang baik sedari saya SD hingga sekarang. Dia sempat pesimis saat dokter pada bulan awal sempat meragukan anaknya bakal survive, dengan kondisi kandungan isterinya yang lemah. Kedua, adalah penyelesaian magister seorang senior di kampus dulu. Senior ini adalah salah satu orang yang bertanggung jawab akan segelintir kesesatan yang saya jalani sepanjang berkuliah--salah satu fase penting dalam hidup saya. Ujian tesis sebagai puncak proses itu, diselesaikan saat di tengah pesimisnya untuk menyeles...

Tiga Kejut Klinik Tiga Dental

Gambar
"Hey, lagi di Jakarta? Mampirlah ke tempatku." Kira-kira begitulah bunyi pembicaraan singkat di telepon seorang kawan kecil dulu. Kawan yang menjadi bagian penting dari tumbuh dewasa saya. Mampirlah saya ke kosan yang terletak di sebuah gang dekat komunitas sastra kanonik Indonesia. Kejutan pertama saya, adalah saat pertama membuka pintu kosannya. Foto pernikahan langsung terpampang! Saya tidak percaya dia sudah memiliki bini dan anak. Entah sejak kapan dia menikah. Komunikasi yang intens dengannya di media sosial, tak pernah sekalipun menyebutkan soal pernikahan, apalagi mengajak saya ke pestanya. "Acara nikah memang serba dadakan, sedikit ji yang saya undang," akunya saat kutanya alasannya tidak mengundang. Kami bercerita banyak tentang masa lalu. Masa saat SD, saat dia melompati punggungku saat istirahat sekolah. Saya yang berukuran lebih kecil dan tipis tak mampu menahan bebannya. Dia terjatuh, gigi depannya pertama mendarat. Patah. Gigi seri kanan perta...

Akhir Nada Melismatis

Gambar
Tahun 2012-13 adalah masa penting dalam skena musik Makassar. Tahun itu adalah masa penuh pergulatan dan semangat para pelaku musik generasi setelah generasi Bengkel Musik (awal 2000an). Mulai dari rilisan, panggung kecil kolektif hingga beberapa komunitas berdiri dan meramaikan. Salah satu pemantiknya adalah grup yang bernama Melismatis. Saya awalnya mengenalnya lewat keaktifan saya di salah satu grup musik. Kami beberapa kali sepanggung atau terkadang saling menonton penampilan. Sebagai sesama band Indie yang harus mencari panggung untuk terus eksis, wajarlah kalau ada persaingan di dalamnya. Jujur saja kesan pertama saat bercengkrama dengan awak band ini, ada kesan sok dan "tattalekang" paling mengendap. Mereka bergaya seakan membawa wahyu Illahi untuk para pelaku skena. Pandangan saya berubah ketika beberapa kali berdiskusi intens di Kedai Buku Jenny ataupun di backstage, bahkan beberapa kali saya dan manager band saya berdiskusi mengenai kemajuan skena atau hal ...

Ibu Tua dan Kejam Ibukota

Benar kata orang, Ibukota memang lebih jahat dari ibu tiri. Di sini kekejaman itu mengiris hati di sela-sela kerlip dan kemewahan yang dijajakan. Salah satu yang saya lihat yaitu di sebuah jalan besar tepat di dekat Bundaran HI. Jangan tanyakan apa yang ada di sekitar sini, gedung-gedung tinggi menggapai langit, di bawahnya jejeran SUV atau mobil berkelas lainnya menerabas aspal, berburu cepat dengan motor dan mobil tua yang mesinnya merengek kelelahan. Inilah yang mungkin patung di puncak keagungannya ucapkan "Selamat Datang!" Bisa dibilang saya masih kikuk dengan kota ini, kesasar adalah implikasinya. Seorang ibu tua di trotoar, dengan pakaian lusuh. Badannya kecil dan kurus seakan tidak makan berhari. Saat itu terpikir oleh saya dapat keluar dari sesat liukan nan bercabang jalanan penuh pria berseragam. Entah apa dipikiran saya pada saat itu sehingga saya bertanya pada ibu tersebut arah dan tujuan-padahal sebenarnya masih banyak orang yang bisa ditanyai di situ. Heb...