Postingan

Menampilkan postingan dengan label cadar

Sang Ibu Bercadar dan Dokter Giginya

Gambar
Puasa baru akan dimulai beberapa hari namun bisa dibilang saya mungkin telah melumuri diri saya dengan prasngka pada satu hari itu.  Malam itu sehabis magrib, klinik saya kedatangan seorang ibu bercadar. Dia membawakan saya seamplop rujukan dari dokter jantungnya.  "Saya mau operasi jantung,  Nak.  Katanya harus cabut gigi yang rusak," imbuhnya sembari mata saya menjejali surat keterangan tersebut.  Saya memicingkan mata dan melihatnya. Ingatan saya berkelindan dengan masa lalu. Utamanya saat menjadi pelajar dan mahasiswa.  Bisa dibilang saya adalah orang yang kurang respek terhadap para Islam Kanan. Mereka-mereka yang menonjolkan simbol beragama. Entahkah itu janggut,  celana cungkring, bahkan cadar.  Pemikiran saya gaya seperti itu sudah tidak relevan lagi dengan zaman dan terlalu primitf. Apalagi dalam pengalaman saya terhadap sosok seperti itu tak jauh dari karakter yang agresif dan closed-minded.  Ya,  dari SMA,  saya selalu di...