Postingan

Menampilkan postingan dengan label petta

Malu dan Kematian Petta

Gambar
Dimuat di Go Cakrawala 24 September 2016 Dor! Selongsong peluru melesat ke kepala Petta [1] . Ia tergeletak dengan lubang di pelipis yang menyemburkan darah. Badik itu terlepas dari genggamannya. Aku kaget, Indo’ meraung-raung histeris. Ia menggoyang-goyangkannya, memanggil-manggil, lalu mendekap tubunya. Isak tangis Indo’memenuhi kamar 301 ini. “Petta... Petta..” Kata itu berulang kali kuucap bersama tangis yang tak terbendung, Nyatanya penyesalanmemang selalu terlambat. Aku menyesal atas kebodohanku, menyesal bukan diriku saja yang terkapar mati. Sorotan mata penuh amarah kulayangkan pada Emir. Di belakangnya kulihat Mela berteriak histeris. Spontan kuambil badik Petta. Aku melompat dan ingin menghunus ke dadanya. Emir panik, segera saja kurapatkan dirinya ke tembok. Namun pistol itu lebih dulu beraksi *** Sehabis menamatkan kuliah, Petta tidak lelah-lelahnya menginginkan aku cepat menikah. Padahal saat itu aku sedang menapaki panggung politik nasional saat diterima s...