Postingan

Menampilkan postingan dengan label pare

Ode untuk Es Krim

Gambar
Ada beberapa hal yang saya banyak lupakan dari masa kecil saya, salah satunya mencicipi es krim batang. Seingat saya, setiap kali "mas" penjual es krim itu melintas di depan rumah, saya akan merengek kepada tante atau nenek saya untuk membelikan. Tanda kehadirannya adalah dari lagu yang selalu diputar dari pengeras suara di gerobaknya. Sayangnya, saya rasanya hampir lupa kapan terakhir mencicipi manis dan dinginnya. Saya juga lupa kapan terakhir kali menyisikan uang jajan untuk itu. Terakhir kali saya mengingat membelinya saat SMP. Lebih satu dekade, bertempat di Pare, Kediri--beratus kilometer dari kampungku, di situ saya berkesempatan mencicipi sebatang es krim. Berwarna-warni, harga murah(hanya dua ribu rupiah), dan pastinya terik panas tanah Jayabaya ini memancing lidah yang kelu ini mencicipinya. Tanpa pikir panjang bibir dan lidah tersentuh. Manis! Sejuk! pada jilatan pertama. Sayangnya tidak indah pada beberapa detik kemudian. Rasa ngilu datang dan menepikan ...

Tanpa Upacara, Tapi Kerja Nyata

Gambar
Segerombolan muda-mudi dengan atribut bendera disertai beberapa mars nasionalisme berarak di jalan pada pukul delapan pagi. Sebelumnya, mereka melaksanakan upacara bendera, dalam merayakan ulang tahun RI ke 71. Di salah satu ruangan yang dilalui oleh pawai tersebut, terduduk beberapa orang. Beberapa orang ini terlihat serius. Mereka tidak beratribut apapun. Alih-alih melaksanakan upacara bendera, mereka "upacara" rutin dengan soal yang memicingkan mata. Beberapa suasana yang sama terasa di ruangan-ruangan lainnya di tempat tersebut. Ya, begitulah gambaran sebuah bimbingan bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare. Di kampung ini berhamburan lembaga bimbingan bahasa Inggris, namun dalam pengamatan saya, tak ada satupun yang melaksanakan ritus tahunan 17 Agustus. Tak jua terlihat perlombaan yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia pada umumnya. Ada apa? Untuk hal itu, Rafeli, salah seorang tutor lembaga bimbingan, menyatakan bahwa bukan berarti mereka melupakan nasiona...