Juli 26



Tik tik,  tik tik.... 

Beberapa menit lagi jam menunjuk angka 12. Tanda tanggal berganti,  27 Agustus. Sehari setelah keajaiban berlalu.

Lampu jalan berjalan cepat,  secepat laju kereta api. Secepat detik, jam, hari, hingga tahun yang berlalu. Hari ini adalah hari penting baginya.

Dua puluh delapan tahun yang lalu dari selangkang seorang ibu, keluarlah anak yang dinantikan selama 10 tahun. Anak yang memecah kepasrahan hubungan pernikahannya yang berada di titik nadirnya. Anak lelaki itu lahir bertanggal sama dengan mereka yang menciptakan keajaiban. Mereka yang juga men  Chairil Anwar, Stanley Kubrick, Mick Jagger, bahkan psikoanalis Carl Gustav Jung.

Anak ini tumbuh besar dengan kasih sayang nenek dan tantenya. Bisa dibilang dia mewarisi banyak hal dari tokoh di atas. Estetik Chairil Anwar, keberanian Stanley Kubrick, energi Mick Jagger, hingga keingin tahuan Carl Gustav Jung.

Tak ketinggalan pula. Banal Chairil Anwar, egoisnya Mick Jagger,  cueknya Stanley Kubrick,  hingga keteledoran Carl Jung. Apapun itu dia tumbuh besar di dunianya sendiri yang kadang bertabrakan dengan lingkar dunia luarnya.

Dua puluh delapan tahun berlalu,  dan kini dia masih belum menciptakan keajaiban--apalagi keabadian. Matanya nanar ke arah jendela kereta, sekelilingnya tertidur menunggu tujuan tercapai dan waktu segera terganti. Tidak ada yang memperhatikannya--boro-boro mengetahui hari itu adalah hari lahir lelaki itu.Siapa peduli akan 26 Juli?

26 Juli adalah sampah,  sesampah kehidupan yang dia lalui selama 28 tahun.

Tik tik,  tik tik... 
Dan waktu menunjukkan tengah malam. Tanggal baru telah terganti. Hari ini telah dilalui dalam lupa dan jeri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maaf Cak Nas (Obituari drg. Nasman Nuralim Ph.D)

Sesudah Empat November, Apa Lagi?

Afi Jangan Berhenti!